07 Mei 2015

Mengenal Lahan Budidaya Kacang Kedelai

Perkebunan kacang kedelai di Brasil
Seperti tanaman lainnya, tanaman kedelai menghendaki kondisi lahan yang spesifik untuk tumbuah optimal. Di Indonesia, umumnya penanaman kedelai dilakukan pada tiga jenis lahan, yaitu lahan sawah, lahan kering, dan lahan pasang surut.

Secara agroekologi lahan, kacang kedelai sangat cocok ditanam di lahan sawah karena tingkat kesuburan tanahnya relatif subur serta kesedian air pun relatif cukup, karena didukung oleh irigasi. Kacang kedelai yang ditanam pada lahan sawah (dengan menggunakan pola tanam padi-kedelai) pada umur 85-95 hari sudah dapat dipanen.

Kacang kedelai yang ditanam pada lahan kering, ketersediaan air sangat tergantung pada curah hujan. Topografi lahan kering umumnya berlereng dan tingkat kesuburan tanahnya rata-rata rendah. 
"Tetapi dibeberapa wilayah di Indonesia, pada lahan kering juga memiliki kesuburan tanah yang tinggi walaupun lahannya berlereng".
Budidaya kacang kedelai juga dapat dilakukan pada lahan pasang surut yaitu lahan yang tidak terluapi air pasang besar atau kecil. Dalam teori Schmidt-Ferguson termasuk dalam tipe iklim agak basah (tipe c), dan budidaya kedelai pada musim ini biasanya dilakukan pada bulan Maret atau April.

Oleh karena itu, kesuksesan dalam budidaya kedelai, kesesuaian lahan harus benar-benar diketahui. Karena pertumbuhan tanaman kedelai sangat peka terhadap perubahan kondisi lingkungan tumbuh dan iklim. 

Komponen-komponen penting yang harus diketahui dalam budidaya kedelai, seperti suhu udara, kelembapan udara, dan curah hujan. Mengetahui karakteristik lahan merupakan salah satu persyaratan dalam mengenal lahan budidaya kacang kedelai yang cocok untuk mengembangkan lahan kedelai.

Suhu Udara
Budidaya tanaman kedelai pada musim kemarau suhu udara berkisar antara 20-30 derajat Celcius (°C), dan bila diatas 30 °C bisa memperhambat proses perkecambahan biji dan polong menjadi lebih cepat masak dan juga mudah lurus (aborsi). Hal ini tentu akan membuat pembentukan jumlah polong dan proses pengisian biji tidak optimal.

Panjang Hari
Budidaya kedelai di daerah tropika memerlukan penyinaran matahari berkisar antara 11-12 jam/hari. Sedangkan di daerah subtropika penyinarakan matahari umumnya berkisar anatar 14-16 jam/hari. 

Kelembapan Udara
Kelembapan udara yang tinggi sangat berpengaruh terhadap proses pemasakan biji kedelai karena semakin tinggi kelembapan maka proses pemasakan polong akan semakin cepat sehingga proses pembentukan biji menjadi kurang optimal. Udara yang tinggi dalam waktu yang lama akan mendorong berkembangkanya hama penyakit dan pertumbuhan kedelai tidak optimal.

Pada lahan yang mengalami kelembapan yang tinggi dapat diatasi dengan membuat draenasi (saluran) setiap jarak 3-4 m (tergantung pada lebar petakan). Kedalaman saluran berkisar 25-30 cm dengan lebar 20-25 cm, dan menyesuai dengan letak kondisi lahan.

Curah Hujan
Kebutuhan air untuk tanaman kedelai sekitar 350 -550 mm. Kekurangan atau kelebihan akan berpengaruh terhadap produksi kedelai, salah satunya bisa menyebabkan polong busuk. Kedelai hanya memerlukan kesedian air yang cukup pada masa stadia awal perkecambahan (vegetatif), stadia berbunga serta pembentukan dan pengisian polong. 

Jika kacang ditanam pada saat curah hujan tinggi, maka jenis tanah yang sangat cocok digunakan untuk budidaya kedelai adalah tanah lempung berpasir. Sebab, jenis tanah pasir mudah menyerap air.

Dari karakteristik lahan kedelai diatas, ternyata kacang kedelai tidak hanya dapat ditanam di daerah subtropika, juga dapat di budidaya pada daerah-daerah iklim tropika. Oleh karenanya, jadikan usaha Anda dengan Budidaya kedelai tropika.

Artikel Terkait