26 April 2015

Budidaya Kedelai Tropika

Kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu dan tempe. Tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.

Kedelai merupakan sumber utama protein nabatin dan minyak nabatin dunia. Kacang kedelai salah satu tumbuhan yang memiliki protein sangat besar dengan kadar protein 11 kali lebih banyak dari susu, 2 kali lebih banyak dari danging dan ikan, dan mengandung lecithin.


Kacang kedelai termasuk dalam famili leguminosae. Di Indonesia, kedelai termasuk komoditas prioritas dalam program revitalisasi pertanian. Sampai saat ini, kedelai bisa dikatakan masih menjadi komoditas yang sangat dibutuhkan dalam memenuhi pangan nasional.


Selama 10 tahun terakhir, diketahui perkembangan area tanam kedelai Indonesia di tingkat dunia masih berada di bawah Amerika Serikat, Brasil, dan India.


Budidaya kedelai, memang sangat cocok ditanam di daerah atau kawasan tropis. Tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi, kedelai dapat juga ditanam di daerah subtropis. Sudah tentu, untuk memaksimalkan produksi yang tinggi dan berkwalitasi baik harus tersedia varietas unggul.

Oleh karena itu, perlu diketahui morfologi tanaman kedelai seperti organ biji, batang, daun, bunga dan polong kedelai.

1. Biji Kedelai

  • Bentuk biji: Biji kedelai ada yang berbentuk bulat, agak gepeng, atau bulat telur. Namun, sebagian besar biji kedelai berbentuk bulat telur.
  • Ukuran biji: Ukuran dan warna biji kedelai juga tidak sama, tetapi sebagian besar berwarna kuning dan ukuran biji kedelai berbeda-beda. Biji kedelai kecil berukuran (<10g/100 biji), biji sedang (10-12 gram/100 biji), dan biji besar berukuran (13-18 gram/100 bij)
2. Batang Kedelai
Batang pada tanaman kedelai ada yang bercabang dan ada pula yang tidak bercabang, sangat tergantung dari karakter varietas kedelai, tetapi umumnya cabang pada tanaman kedelai berjumlah antara 1-5 cabang.
3. Daun Kedelai
Daun kedelai hampir seluruhnya trifoliat (menjadi tiga) dan jarang sekali mempuyai empat atau lima jari daun. Bentuk daun tanaman kedelai bervariasai, yakni berbentuk oval dan lanceolate atau berdaun lebar (broad leaf) dan berdaun sempit (narrow leat).

Di Indonesia, kedelai berdaun sempit lebih banyak ditanam oleh petani dibandingkan tanaman berdaun lebat. Keunggulan kedelai berdaun sempit, karena sinar matahari akan lebih mudah menerobos di antara kanopi daun sehingga mempercepat pembentukan bunga.

4. Bunga Kedelai
Bunga pada tanaman kedelai umumnya muncul/tumbuh pada ketiak daun, tetapi terkadang bunga dapat pula terbentuk pada cabang tanaman yang mempunyai daun. Pada kondisi lingkungan dan populasi yang optimal, bunga kedelai akan terbentuk mulai dari tangkai daun yang paling bawah, dan potensi jumlah bunga sangat tergantung dari varietas kedelai. 

Pada umumnya jumlah bunga antara 40-200 bunga per tanaman kedelai, dan umumnya di tengah pertumbuhannya tanaman kedelai kerap kali mengalami kerontokan bunga. Jika kerontokan bunga kedelai berkisar 20-40 persen termasuk dalam kategori wajar, hal itu berdasarkan hasil sebuah penelitian.


5. Polong Kedelai

Pada umumnya, polong kedelai pertama kali muncul sekitar 10-14 hari masa pertumbuhan, dihitung dari bunga pertama muncul. Adapun warna polong yang baru tumbul berwarna hijau dan selanjutnya akan berubah menjadi kuning-cokelat pada saat dipanen.

Adapun jumlah polong yang terbentuk beragam, yakni antara 2-10 polong pada setiap kelompok bunga diketiak daun. Sementara jumlah polong yang dapat dipanen diperkirakan berkisar antara 20-200 polong pertanaman. Jumlah polong sangat tergantung pada varietas kedelai yang ditanam, kesuburan lahan dan kondisi tumbuh.


Oleh karena itu, sukses atau tidaknya budidaya kedelai sangat tergantung penggunaan bibit yang digunakan. Dengan penggunaan bibit kedelai unggul, bisa memperoleh hasil 2 ton per hektar. Penggunaan varietas kedelai unggul menjadi keharusan untuk dipilih, disamping komponen penting lainnya seperti, pemelihan dan penyiapan lahan kedelai, iklim, waktu tanam dan cara tanam, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit, penanganan hasil dan paska panen kedelai.


Ciri-ciri varietas kedelai unggul, dapat dibaca pada artikel: Ciri-Ciri Varietas Kedelai Unggul.

Artikel Terkait