Pola Tani: Tanaman Pangan
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Pangan. Tampilkan semua postingan

23 Juli 2020

Manfaat dan Kekurangan Pupuk ZA untuk Tanaman Padi

Manfaat dan Kekurangan Pupuk ZA untuk Tanaman Padi - Pupuk ZA merupakan pupuk kimia buatan berisi kandungan amonium sulfat/ammonium sulphate yang dibuat untuk memberi tambahan hara nitrogen dan belerang untuk tanaman. 
Manfaat Pupuk ZA untuk Tanaman Padi

Kata ZA ialah singkatan dari kata zwavelzure ammoniak yang merupakan istilah bahasa Belanda.

Bentuk pupuk ZA seperti butiran kristal atau mirip garam dapur dan terasa asin di lidah. Pupuk ZA termasuk higroskopis (mudah menyerap air) meskipun tidak sekuat pupuk urea. Karena ion sulfat sangat mudah larut dalam air sedangkan ion amonium lebih lemah, pupuk ini berpotensi menurunkan pH tanah sehingga hanya cocok digunakan pada tanah alkalin. Sifat ini perlu diperhatikan dalam penyimpanan dan pemberiannya.

Di Indonesia, kemasan pupuk pupuk ZA ada yang berwarna putih (non subsidi) dan berwarna oragen (ZA bersubsidi) yang dikemas dalam kantong bercap kerbau emas dengan isi 50 kg.

Spesifikasi Pupuk ZA
  • Nitrogen minimal 20,8%
  • belerang minimal 23,8%
  • Kadar air maksimal 1%
  • kadar Asam Bebas sebagai H2SO4 maksimal 0,1%
  • Bentuk kristal
  • Warna putih
  • Warna orange untuk ZA bersubsidi
  • Dikemas dalam kantong bercap Kerbau Emas dengan isi 50 kg
Nah, bila dibandingkan dengan pupuk lain, seperti amonium nitrat dan urea, pupuk ZA mengandung lebih sedikit kadar nitrogen sehingga meningkatkan biaya pemupukan per massa nitrogen yang diberikan pada usaha pertanian, tetapi memberi keuntungan masuknya hara utama lainnya, belerang. 

Tingginya kandungan belerang. Maka dalam budidaya tebu, pupuk ZA adalah pupuk yang wajib diberikan karena tidak memberi efek penurunan kadar gula (rendemen) dan dapat meningkatkan produksi hasil tebu, berbeda dari pemberian urea saja.

Pupuk ZA mengandung belerang dan nitrogen. Kandungan nitrogennya hanya separuh dari urea, sehingga biasanya pemberiannya dimaksudkan sebagai sumber pemasok hara belerang pada tanah-tanah yang miskin unsur ini. Namun demikian, pupuk ini menjadi pengganti wajib urea sebagai pemasok nitrogen bagi pertanaman tebu karena tebu akan mengalami keracunan bila diberi pupuk urea.

Manfaat Pupuk ZA Bagi Tanaman 

Mengapa menggunakan pupuk ZA? Para petani menggunakan pupuk ZA sebagai sumber belerang untuk pertanian yang mudah didapatkan. Selain karena ada kandungan Nitrogennya, belerang dalam pupuk ZA memiliki berbagai manfaat, 

Manfaat Pupuk ZA diantaranya:
  1. Membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun menjadi lebih hijau.
  2. Menambah kandungan protein dan vitamin hasil panen.
  3. Meningakatkan jumlah anak yang menghasilkan (pada tanaman padi) berperan penting pada proses pembulatan zat gula.
  4. Memperbaiki warna, aroma, juga kelenturan daun tembakau (khusus pada tembakau omprongan).
  5. Memperbaiki aroma, mencegah penyusutan selama penyimpangan, memperbesar umbi bawang merah dan bawang putih.
Keunggulan Pupuk ZA

Penggunaan pupuk ZA dapat memperbaiki kualitas dan meningkatkan produksi dan kwalitas hasil panen. Selain itu penggunaan pupuk ZA pada tanaman dapat memperbaiki rasa dan warna hasil panen lebi baik. 

Keunggulan pupuk ZA diantaranya sebagai berikut:
  1. Mudah penangannya dan ekonomis.
  2. Digunakan sebagai pupuk dasar dan susulan.
  3. Senyawa kimianya stabil sehingga tahan disimpan dalam waktu lama.
  4. Dapat dicampur dengan pupuk lain.
  5. Aman digunakan untuk semua jenis tanaman.
  6. Memperbaiki kualitas dan meningkatkan produksi serta nilai gizi hasil panen dan pakan ternak karena peningkatan kadar protein pati, padi, gula, lemak, vitamin, dll.
  7. Memperbaiki rasa dan warna hasil panen.
  8. Tanaman lebih sehat dan lebih tahan terhadap gangguan lingkungan (hama, penyakit, kekeringan).
  9. Mudah penangannya dan ekonomis.
  10. Tidak menyerap banyak air.
  11. Digunakan sebagai pupuk dasar dan susulan.
  12. Senyawa kimianya stabil sehingga tahan disimpan dalam waktu lama.
  13. Dapat dicampur dengan pupuk lain, serta aman digunakan untuk semua jenis tanaman.
Kekurangan Pupuk ZA

Meskipun memiliki kelebihan atau keunggulan dalam penggunaannya, pupuk ZA ternyata juga memiliki berbagai kekurangan dibandingkan dengan pupuk lainnya, diantaranya:
  1. Mengakibatkan pemborosan biaya karena terlalu mahal.
  2. Jika digunakan secara berlebihan maka akan mengakibatkan tanah manjadi masam.
  3. Akan mengancam kelangsungan hidup mikroorganisme yang berada dalam tanah.
  4. Jika digunakan secara berlebihan maka akan mengakibatkan tanaman sukulen (yaitu jenis tumbuhan yang memiliki karakter menyerap dan menyimpan air pada pada batang utamanya) menjadi mudah terserang hama maupun penyakit.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan, pupuk ZA memiliki beragam manfaat dalam meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen, termasuk pada tanaman padi. Disamping memiliki beberapa kekurangannya.

Referensi: 
- https://b-pikiran.cekkembali.com/
- https://petrokimia-gresik.com/product/pupuk-za

09 Mei 2015

Penyakit Utama Penyerang Tanaman Kedelai

penyakit tanaman kedelai-copy-ent-iastate-edu.jpg
Banyak faktor yang dapat menghambat produksi hasil tanaman kedelai.Selain faktor alam atau kondisi lingkungan tumbuh, kondisi fisik tanah, faktor biotik (penggunaan varietas yang sesuai), pengendalian hama, penyakit, dan gulma kedelai, faktor pemeliharaan/perawatan sampai pada penanganan panen dan paska panen kedelai.

Diantara faktor-faktor tersebut, pengendalian hama, penyakit, dan gulma pada tanaman kedelai termasuk salah satu penyebab menurunnya hasil produksi kedelai. Penyakit-penyakit utama penyerang tanaman kedelai sebagai berikut: 

Hama Utama Kedelai
Hama tanaman kedelai tergolong cukup banyak. Menurut sebuah penelitian di Indonesia, hama utama yang sering menyerang tanaman kedelai di daerah tropika sekitar 20 jenis hama. Berbeda dengan budidaya kedelai di daerah subtropis, jumlah hama berkisar 1-2 jenis.

Salah satu jenis hama yang paling ganas menyerang tanaman kedelai di daerah tropika adalah hama seranga daun yang bersifat polipage. Keberadaan hama serangga daun mampu menyerang beberapa jenis tanaman sekaligus, sehingga jumlah hama ini selalu ada di sepanjang tahun. 

Penyakit Utama Kedelai
Ada dua penyakit utama yang sering kali dijumpai pada tanaman kedelai, yaitu karat duan dan virus. Tanaman kedelai yang diserang oleh dua penyakit ini tergolong sangat fatal, sebab bisa menyebabkan penurunan hasil produksi kedelai mencapai 30-60 %.

Upaya pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan fungsida dan penanam varietas unggul yang toleran seperti Merbabu, Kerinci, dan Depo. Untuk pencegahan penyakit virus dapat dilakukan antara lain dengan melakukan rotasi tanam, pembakaran inang, memberantas serangga vektor, penggunaan bibit sehat, dan pembuangan tanaman sakit.

Gulma Utama Kedelai
Jenis gulma yang sering menyerang tanaman kedelai antara lain Amaranthus, Cyperus, Imperata Cylindrica (sejenis alang-alang), Paspalum, Digitaria, dan Tuton. Setiap tanaman kedelai yang diserang oleh gulma-gulma ini bisa menyebabkan penurunan hasil biji berkisar antara 20-80%. 

Untuk mencegah gulma pada tanaman kedelai, petani dapat melakukannya dengan melakukan penyiangan lahan. Penanganan hama juga dapat dilakukan dengan penggunaan mulsa jerami (Aceh: jumpueng pade). Mulsa jerami padi bisa menekan pertumbuhan gulma sampai 55 - 65%.

Faktor lain yang menjadi penghambat jumlah produksi kedelai di Indonesia, karena jumlah penanamanya yang masih sangat terbatas, apakah budidaya kedelai tropika maupun budidaya kedelai subtropis yang hasilnya lebih baik.

07 Mei 2015

Mengenal Lahan Budidaya Kacang Kedelai

Perkebunan kacang kedelai di Brasil
Seperti tanaman lainnya, tanaman kedelai menghendaki kondisi lahan yang spesifik untuk tumbuah optimal. Di Indonesia, umumnya penanaman kedelai dilakukan pada tiga jenis lahan, yaitu lahan sawah, lahan kering, dan lahan pasang surut.

Secara agroekologi lahan, kacang kedelai sangat cocok ditanam di lahan sawah karena tingkat kesuburan tanahnya relatif subur serta kesedian air pun relatif cukup, karena didukung oleh irigasi. Kacang kedelai yang ditanam pada lahan sawah (dengan menggunakan pola tanam padi-kedelai) pada umur 85-95 hari sudah dapat dipanen.

Kacang kedelai yang ditanam pada lahan kering, ketersediaan air sangat tergantung pada curah hujan. Topografi lahan kering umumnya berlereng dan tingkat kesuburan tanahnya rata-rata rendah. 
"Tetapi dibeberapa wilayah di Indonesia, pada lahan kering juga memiliki kesuburan tanah yang tinggi walaupun lahannya berlereng".
Budidaya kacang kedelai juga dapat dilakukan pada lahan pasang surut yaitu lahan yang tidak terluapi air pasang besar atau kecil. Dalam teori Schmidt-Ferguson termasuk dalam tipe iklim agak basah (tipe c), dan budidaya kedelai pada musim ini biasanya dilakukan pada bulan Maret atau April.

Oleh karena itu, kesuksesan dalam budidaya kedelai, kesesuaian lahan harus benar-benar diketahui. Karena pertumbuhan tanaman kedelai sangat peka terhadap perubahan kondisi lingkungan tumbuh dan iklim. 

Komponen-komponen penting yang harus diketahui dalam budidaya kedelai, seperti suhu udara, kelembapan udara, dan curah hujan. Mengetahui karakteristik lahan merupakan salah satu persyaratan dalam mengenal lahan budidaya kacang kedelai yang cocok untuk mengembangkan lahan kedelai.

Suhu Udara
Budidaya tanaman kedelai pada musim kemarau suhu udara berkisar antara 20-30 derajat Celcius (°C), dan bila diatas 30 °C bisa memperhambat proses perkecambahan biji dan polong menjadi lebih cepat masak dan juga mudah lurus (aborsi). Hal ini tentu akan membuat pembentukan jumlah polong dan proses pengisian biji tidak optimal.

Panjang Hari
Budidaya kedelai di daerah tropika memerlukan penyinaran matahari berkisar antara 11-12 jam/hari. Sedangkan di daerah subtropika penyinarakan matahari umumnya berkisar anatar 14-16 jam/hari. 

Kelembapan Udara
Kelembapan udara yang tinggi sangat berpengaruh terhadap proses pemasakan biji kedelai karena semakin tinggi kelembapan maka proses pemasakan polong akan semakin cepat sehingga proses pembentukan biji menjadi kurang optimal. Udara yang tinggi dalam waktu yang lama akan mendorong berkembangkanya hama penyakit dan pertumbuhan kedelai tidak optimal.

Pada lahan yang mengalami kelembapan yang tinggi dapat diatasi dengan membuat draenasi (saluran) setiap jarak 3-4 m (tergantung pada lebar petakan). Kedalaman saluran berkisar 25-30 cm dengan lebar 20-25 cm, dan menyesuai dengan letak kondisi lahan.

Curah Hujan
Kebutuhan air untuk tanaman kedelai sekitar 350 -550 mm. Kekurangan atau kelebihan akan berpengaruh terhadap produksi kedelai, salah satunya bisa menyebabkan polong busuk. Kedelai hanya memerlukan kesedian air yang cukup pada masa stadia awal perkecambahan (vegetatif), stadia berbunga serta pembentukan dan pengisian polong. 

Jika kacang ditanam pada saat curah hujan tinggi, maka jenis tanah yang sangat cocok digunakan untuk budidaya kedelai adalah tanah lempung berpasir. Sebab, jenis tanah pasir mudah menyerap air.

Dari karakteristik lahan kedelai diatas, ternyata kacang kedelai tidak hanya dapat ditanam di daerah subtropika, juga dapat di budidaya pada daerah-daerah iklim tropika. Oleh karenanya, jadikan usaha Anda dengan Budidaya kedelai tropika.

27 April 2015

Ciri dan Karakter Varietas Kedelai Unggul

Suksesnya pertanaman kedelai di daerah tropika sangat tergantung pada daya adaptasi varietas kedelai unggul yang dikembangkan. Untuk memperoleh produksi hasil yang optimal, penggunaan benih bermutu tinggi merupakan salah satu persyaratan yang mutlak dalam budi daya kedelai. Termasuk dalam, budidaya kedelai tropika. 

Selain penggunaan varietas yang unggul dan berkwalitas, kondisi lahan perlu dipetimbangkan. Secara agroekologi, lahan yang baik untuk tanaman kedelai yaitu; lahan kering (masam dan non masam); lahan sawah (irigas dan lahan sawah tadah hujan); dan lahan pasang surut.


Sebagai komoditas unggulan masa depan, budidaya kacang kedelai menjadi primadona yang cerah dan menjanjikan bagi petani. Namun, adakalanya kecukupan varietas kedelai unggul yang berkwalitas, sering menjadi kendala. 


Disamping, kepahaman petani kita yang masih kurang dalam memahami ciri dan karakter verietas kedelai yang unggul, sehingga berpengaruh pada produksi hasil. Tentu kondisi seperti ini, sangat merugikan para petani.


Beberapa karakter varietas unggul kacang kedelai antara lain; polong tidak mudah pecah; berkwalitas biji baik; toleran pada kondisi lahan suboptimal; dan Toleran terhadap hama penyakit.


Tanda-tanda benih kedelai yang termasuk dalam kategori unggul dan bermutu, dapat diamati dengan ciri-ciri, sebagai berikut:

  • Murni sesuai dengan deskripsi varietasnya
  • Berdaya tumbuh tinggi (>90% atau lebih)
  • Mempunyai vigor yang baik dan serempak
  • Sehat dan terbebas dari hama penyakit
  • Bersih, tidak keriput (bernas), dan tidak ada tanda bekas gigitan hama
  • Memiliki kadar air biji antara 9-10 persen
Di Indonesia, pembentukan varietas kedelai unggul sering dilakukan dengan dua cara. Pertama; dilakukan melalui persilangan antargalur/varietas kedelai yang sudah berkembang. 

Kedua; dilakukan melalui koleksi plasma nutfah serta melalui uji adaptasi/introduksi dari varietas unggul yang berasal dari luar negeri yang cocok dengan kondisi alam Indonesia.

26 April 2015

Budidaya Kedelai Tropika

Kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu dan tempe. Tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.

Kedelai merupakan sumber utama protein nabatin dan minyak nabatin dunia. Kacang kedelai salah satu tumbuhan yang memiliki protein sangat besar dengan kadar protein 11 kali lebih banyak dari susu, 2 kali lebih banyak dari danging dan ikan, dan mengandung lecithin.


Kacang kedelai termasuk dalam famili leguminosae. Di Indonesia, kedelai termasuk komoditas prioritas dalam program revitalisasi pertanian. Sampai saat ini, kedelai bisa dikatakan masih menjadi komoditas yang sangat dibutuhkan dalam memenuhi pangan nasional.


Selama 10 tahun terakhir, diketahui perkembangan area tanam kedelai Indonesia di tingkat dunia masih berada di bawah Amerika Serikat, Brasil, dan India.


Budidaya kedelai, memang sangat cocok ditanam di daerah atau kawasan tropis. Tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi, kedelai dapat juga ditanam di daerah subtropis. Sudah tentu, untuk memaksimalkan produksi yang tinggi dan berkwalitasi baik harus tersedia varietas unggul.

Oleh karena itu, perlu diketahui morfologi tanaman kedelai seperti organ biji, batang, daun, bunga dan polong kedelai.

1. Biji Kedelai

  • Bentuk biji: Biji kedelai ada yang berbentuk bulat, agak gepeng, atau bulat telur. Namun, sebagian besar biji kedelai berbentuk bulat telur.
  • Ukuran biji: Ukuran dan warna biji kedelai juga tidak sama, tetapi sebagian besar berwarna kuning dan ukuran biji kedelai berbeda-beda. Biji kedelai kecil berukuran (<10g/100 biji), biji sedang (10-12 gram/100 biji), dan biji besar berukuran (13-18 gram/100 bij)
2. Batang Kedelai
Batang pada tanaman kedelai ada yang bercabang dan ada pula yang tidak bercabang, sangat tergantung dari karakter varietas kedelai, tetapi umumnya cabang pada tanaman kedelai berjumlah antara 1-5 cabang.
3. Daun Kedelai
Daun kedelai hampir seluruhnya trifoliat (menjadi tiga) dan jarang sekali mempuyai empat atau lima jari daun. Bentuk daun tanaman kedelai bervariasai, yakni berbentuk oval dan lanceolate atau berdaun lebar (broad leaf) dan berdaun sempit (narrow leat).

Di Indonesia, kedelai berdaun sempit lebih banyak ditanam oleh petani dibandingkan tanaman berdaun lebat. Keunggulan kedelai berdaun sempit, karena sinar matahari akan lebih mudah menerobos di antara kanopi daun sehingga mempercepat pembentukan bunga.

4. Bunga Kedelai
Bunga pada tanaman kedelai umumnya muncul/tumbuh pada ketiak daun, tetapi terkadang bunga dapat pula terbentuk pada cabang tanaman yang mempunyai daun. Pada kondisi lingkungan dan populasi yang optimal, bunga kedelai akan terbentuk mulai dari tangkai daun yang paling bawah, dan potensi jumlah bunga sangat tergantung dari varietas kedelai. 

Pada umumnya jumlah bunga antara 40-200 bunga per tanaman kedelai, dan umumnya di tengah pertumbuhannya tanaman kedelai kerap kali mengalami kerontokan bunga. Jika kerontokan bunga kedelai berkisar 20-40 persen termasuk dalam kategori wajar, hal itu berdasarkan hasil sebuah penelitian.


5. Polong Kedelai

Pada umumnya, polong kedelai pertama kali muncul sekitar 10-14 hari masa pertumbuhan, dihitung dari bunga pertama muncul. Adapun warna polong yang baru tumbul berwarna hijau dan selanjutnya akan berubah menjadi kuning-cokelat pada saat dipanen.

Adapun jumlah polong yang terbentuk beragam, yakni antara 2-10 polong pada setiap kelompok bunga diketiak daun. Sementara jumlah polong yang dapat dipanen diperkirakan berkisar antara 20-200 polong pertanaman. Jumlah polong sangat tergantung pada varietas kedelai yang ditanam, kesuburan lahan dan kondisi tumbuh.


Oleh karena itu, sukses atau tidaknya budidaya kedelai sangat tergantung penggunaan bibit yang digunakan. Dengan penggunaan bibit kedelai unggul, bisa memperoleh hasil 2 ton per hektar. Penggunaan varietas kedelai unggul menjadi keharusan untuk dipilih, disamping komponen penting lainnya seperti, pemelihan dan penyiapan lahan kedelai, iklim, waktu tanam dan cara tanam, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit, penanganan hasil dan paska panen kedelai.


Ciri-ciri varietas kedelai unggul, dapat dibaca pada artikel: Ciri-Ciri Varietas Kedelai Unggul.

22 April 2015

Budidaya Kacang Tanah Organik

Budidaya Kacang Tanah Organik
Kacang tanah adalah salah satu tanaman yang paling banyak di budidayakan setelah Padi, Jagung dan Kacang Kedelai. Budidaya kacang tanah pada umumnya diaplikasikan sebagai tanaman sela atau tanaman tumpang sari.

Kacang tanah termasuk dalam kelompok tanaman polong atau legum. Bahasa latin kacang tanah adalah Arachis hypogaea L. 
Di Indonesia, kacang tanah digemari oleh hampir semua usia karena memiliki nutrisi yang hampir sebanding dengan kacang kedelai.
Budidaya kacang tanah yang cocok bertempat di daerah dengan curah hujan sedang. Karena curah hujan yang terlalu tinggi menjadikan bunganya sulit diserbuki dan zona perakaran terlalu lembab sehingga menyuburkan pertumbuhan jamur dan penyakit yang menyerang buah. Dalam penyinaran matahari penuh dibutuhkan saat mulai perkembangan daun dan pembesaran buah. Budidaya kacang tanah yang cocok berada di ketinggian 50-500 meter dari permukaan laut.

Budidaya kacang tanah organik dilakukan pada tanah relatif gembur dengan kandungan unsur hara kalsium (Ca), nitrogen (N), kalium (K) dan pospat (P) yang cukup. Derajat kesaman (pH) ideal bagi tumbuhan ini sekitar 5-6,3. Tanah gembur dengan struktur yang ringan sangat baik untuk perkembangan ginofor, bakal buah yang tumbuh memanjang ke dalam tanah.

Unsur Ca kali ini dibutuhkan tanaman kacang tanah pada fase generatif. Karena unsur ini sangat berpengaruh pada produktivitas tanaman dalam menghasilkan kacang. Dalam metode pertanian organik, unsur Ca bisa di sebabkan oleh penambahan kapur pertanian atau dolomit saat pengolahan lahan. Dalam lahan yang mempunyai keasaman tinggi atau lahan basah, keperluan untuk menambahkan kapur lebih tinggi daripada lahan kering ber-pH netral.

Perlu di ketahui meskipun tanaman kacang tanah mempunyai bintil akar tempat bakteri Rhizobium berkembang, tanaman ini tetap membutuhkan unsur N terutama di awal tanam. Selanjutnya, bakteri Rhizobium bisa menyediakan unsur N hingga 75-85% dari kebutuhan.

Pemilihan benih kacang tanah


Untuk menjadikan benih kacang yang unggul, benih kira-kira berumur 100 hari. Buah yang siap dijadikan benih warnanya kehitaman dan apabila dibuka tidak memiliki selaput pada bagian dalam cangkang. Kemudian benih dipanen, sortasi terlebih dahulu kemudian jemur selama 4-5 hari. Untuk menjaga kualitasnya, benih kacang tanah sebaiknya disimpan selama 3-6 bulan saja. Cangkang kacang sebaiknya tidak dikupas selama masa penyimpanan. Buka cangkang hanya apabila benih akan digunakan. Benih yang paling baik untuk ditanam adalah benih yang baru.

Pengolahan tanah dalam budidaya kacang tanah organik


Jika ingin mendapatkan hasil maksimal, tanah tempat budidaya kacang tanah harus digemburkan terlebih dahulu dengan dibajak hingga menjadi tanahnya rata dan gembur. Kemudian tambahkan kapur sebanyak 2 ton per hektar. Campurkan hingga rata dengan tanah yang telah dibajak, Setelah itu diamkan hingga dua hari.

Untuk hasil tanah yang lebih maksimal anda dapat menggunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar. jika sudah ada, Anda dapa gunakan campuran pupuk kandang dari kotoran kotoran kambing atau sapi. Kmudian campurkan dengan tanah secara merata. Budidaya kacang tanah bisa dilakukan dengan bedengan atau tanpa bedengan. Bedengan diperlukan apabila lahan yang digunakan rawan tergenang air. Drainase yang baik diperlukan untuk menjaga kesehatan tanaman.

Dalam penanaman kacang tanah dilakukan dengan di gejik memakai jarak tanam 15x15 cm. Isi setiap lubang dengan satu butir benih. Diperlukan sekitar 50 kg benih untuk satu hektar luasan tanam. Setelah benih ditanam, Diamkan hingga kacang tanah mulai tumbuh sekisaran 5 hari sampai satu minggu.

Kacang tanah sudah tumbuh serempak setelah satu minggu dan mulai berbunga pada umur 20 hari dan berlanjut hingga umur 75 hari. Hanya bunga yang keluar diatas umur 30 hari yang akan menjadi polong. Setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan, akan tumbuh ginofor atau bakan buah pada hari ke-3 sampai ke-4. Kemudian ginofor tersebut akan menuju dan menembus tanah untuk membentuk polong.

Untuk perawatan yang diperlukan pada saat tanaman berbunga yaitu, menghilangkan rumput yang ada di sekitar kacang. Juga dengan pembunuhan atau menggeser tanah ke batang kacang supaya isi kacangnya berbuah dengan sempurna.

Aneka hama yang biasanya menyerang tanaman kacang tanah antara lain uret (pemakan akar), ulat penggulung daun, ulat grayak, dan tikus sawah.kalau dalam masalah penyakit jenis penyakit yang sering dijumpai adalah penyakit layu, sapu setan, bercak daun, gapong, sklerotium, dan penyakit karat. 

Pengendalian hama dan penyakit tersebut adalah dengan melakukan olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman. Tanaman berpenyakit dicabut, dibuang dan dimusnahkan, sanitasi lingkungan dan menanam varietas tanaman yang tahan penyakit.
Panen budidaya kacang tanah

Dalam pemanenan kacang tanah dipanen pada 3 bulan/90 hari setelah kacang di tanam. Ciri-ciri umum kacang tanah siap panen yaitu batangnya mengeras, daun mulai menguning dan berguguran. Selain itu pemanen juga dapat mengambil sampling dan melihat secara langsung apakah bijinya sudah siap penen apa belum.[pola tani/dbs]

Hortikultura

[Hortikultura][recentbylabel2]

Info Pertanian

[Pertanian][recentbylabel2]
Notification
Dapatkan infomasi terbaru seputar petanian.
Done