22 April 2015

Budidaya Kacang Tanah Organik

Budidaya Kacang Tanah Organik
Kacang tanah adalah salah satu tanaman yang paling banyak di budidayakan setelah Padi, Jagung dan Kacang Kedelai. Budidaya kacang tanah pada umumnya diaplikasikan sebagai tanaman sela atau tanaman tumpang sari.

Kacang tanah termasuk dalam kelompok tanaman polong atau legum. Bahasa latin kacang tanah adalah Arachis hypogaea L. 
Di Indonesia, kacang tanah digemari oleh hampir semua usia karena memiliki nutrisi yang hampir sebanding dengan kacang kedelai.
Budidaya kacang tanah yang cocok bertempat di daerah dengan curah hujan sedang. Karena curah hujan yang terlalu tinggi menjadikan bunganya sulit diserbuki dan zona perakaran terlalu lembab sehingga menyuburkan pertumbuhan jamur dan penyakit yang menyerang buah. Dalam penyinaran matahari penuh dibutuhkan saat mulai perkembangan daun dan pembesaran buah. Budidaya kacang tanah yang cocok berada di ketinggian 50-500 meter dari permukaan laut.

Budidaya kacang tanah organik dilakukan pada tanah relatif gembur dengan kandungan unsur hara kalsium (Ca), nitrogen (N), kalium (K) dan pospat (P) yang cukup. Derajat kesaman (pH) ideal bagi tumbuhan ini sekitar 5-6,3. Tanah gembur dengan struktur yang ringan sangat baik untuk perkembangan ginofor, bakal buah yang tumbuh memanjang ke dalam tanah.

Unsur Ca kali ini dibutuhkan tanaman kacang tanah pada fase generatif. Karena unsur ini sangat berpengaruh pada produktivitas tanaman dalam menghasilkan kacang. Dalam metode pertanian organik, unsur Ca bisa di sebabkan oleh penambahan kapur pertanian atau dolomit saat pengolahan lahan. Dalam lahan yang mempunyai keasaman tinggi atau lahan basah, keperluan untuk menambahkan kapur lebih tinggi daripada lahan kering ber-pH netral.

Perlu di ketahui meskipun tanaman kacang tanah mempunyai bintil akar tempat bakteri Rhizobium berkembang, tanaman ini tetap membutuhkan unsur N terutama di awal tanam. Selanjutnya, bakteri Rhizobium bisa menyediakan unsur N hingga 75-85% dari kebutuhan.

Pemilihan benih kacang tanah


Untuk menjadikan benih kacang yang unggul, benih kira-kira berumur 100 hari. Buah yang siap dijadikan benih warnanya kehitaman dan apabila dibuka tidak memiliki selaput pada bagian dalam cangkang. Kemudian benih dipanen, sortasi terlebih dahulu kemudian jemur selama 4-5 hari. Untuk menjaga kualitasnya, benih kacang tanah sebaiknya disimpan selama 3-6 bulan saja. Cangkang kacang sebaiknya tidak dikupas selama masa penyimpanan. Buka cangkang hanya apabila benih akan digunakan. Benih yang paling baik untuk ditanam adalah benih yang baru.

Pengolahan tanah dalam budidaya kacang tanah organik


Jika ingin mendapatkan hasil maksimal, tanah tempat budidaya kacang tanah harus digemburkan terlebih dahulu dengan dibajak hingga menjadi tanahnya rata dan gembur. Kemudian tambahkan kapur sebanyak 2 ton per hektar. Campurkan hingga rata dengan tanah yang telah dibajak, Setelah itu diamkan hingga dua hari.

Untuk hasil tanah yang lebih maksimal anda dapat menggunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar. jika sudah ada, Anda dapa gunakan campuran pupuk kandang dari kotoran kotoran kambing atau sapi. Kmudian campurkan dengan tanah secara merata. Budidaya kacang tanah bisa dilakukan dengan bedengan atau tanpa bedengan. Bedengan diperlukan apabila lahan yang digunakan rawan tergenang air. Drainase yang baik diperlukan untuk menjaga kesehatan tanaman.

Dalam penanaman kacang tanah dilakukan dengan di gejik memakai jarak tanam 15x15 cm. Isi setiap lubang dengan satu butir benih. Diperlukan sekitar 50 kg benih untuk satu hektar luasan tanam. Setelah benih ditanam, Diamkan hingga kacang tanah mulai tumbuh sekisaran 5 hari sampai satu minggu.

Kacang tanah sudah tumbuh serempak setelah satu minggu dan mulai berbunga pada umur 20 hari dan berlanjut hingga umur 75 hari. Hanya bunga yang keluar diatas umur 30 hari yang akan menjadi polong. Setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan, akan tumbuh ginofor atau bakan buah pada hari ke-3 sampai ke-4. Kemudian ginofor tersebut akan menuju dan menembus tanah untuk membentuk polong.

Untuk perawatan yang diperlukan pada saat tanaman berbunga yaitu, menghilangkan rumput yang ada di sekitar kacang. Juga dengan pembunuhan atau menggeser tanah ke batang kacang supaya isi kacangnya berbuah dengan sempurna.

Aneka hama yang biasanya menyerang tanaman kacang tanah antara lain uret (pemakan akar), ulat penggulung daun, ulat grayak, dan tikus sawah.kalau dalam masalah penyakit jenis penyakit yang sering dijumpai adalah penyakit layu, sapu setan, bercak daun, gapong, sklerotium, dan penyakit karat. 

Pengendalian hama dan penyakit tersebut adalah dengan melakukan olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman. Tanaman berpenyakit dicabut, dibuang dan dimusnahkan, sanitasi lingkungan dan menanam varietas tanaman yang tahan penyakit.
Panen budidaya kacang tanah

Dalam pemanenan kacang tanah dipanen pada 3 bulan/90 hari setelah kacang di tanam. Ciri-ciri umum kacang tanah siap panen yaitu batangnya mengeras, daun mulai menguning dan berguguran. Selain itu pemanen juga dapat mengambil sampling dan melihat secara langsung apakah bijinya sudah siap penen apa belum.[pola tani/dbs]

Artikel Terkait