05 Mei 2015

Tips Memilih Bibit Jabon Yang Baik

Salah satu kunci keberhasilan dalam penanaman kayu jabon yaitu harus tersedia bibit jabon yang baik. Meskipun demikian perlu digaris bawahi, bahwa bibit bukan satu-satunya faktor penentu dalam keberasilan budidaya jabon, karena masih ada faktor-faktor lain yang harus diikuti secara benar.

Namun, dengan memilih bibit jabon yang benar diharapkan bisa meminimalisir resiko yang mungkin terjadi selama masa penanaman hingga penebangan. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan mengetahui varietas - varietas tanaman jabon. 
"Secara umum, ada dua jenis jabon yang sangat terkenal di Indonesia, yaitu jabon merah dan jabon putih. Perbedaan keduanya secara fisik bisa dilihat dari warna pucuk daunnya".
Ciri fisik jabon merah yakni, pucuk daunnya berwarna merah. Sedangkan pada jabon putih pucuk daunnya berwarna hijau. Perbedaan lain dari kedua jenis ini terdapat pada warna batang kayunya. 

Untuk jabon merah batang kayunya berwarna sedikit kecoklatan sehingga lebih banyak digunakan untuk bahan pembuatan furniture dan rumah tangga. Sementara pada jabon putih, batang kayu lebih berwarna putih.

Dari kedua jenis tersebut, tidak ada perbedaan lain secara spesifik. Namun, berdasarkan pengalaman dari hasil pengamatan para petani jabon menyebutkan, jenis jabon putih lebih cepat tumbuh dan besar daripada jabon merah.

Para praktisi kayu jabon menyatakan, baik jabon merah maupun putih pada dasarnya memiliki kualitas tumbuh yang sama, apabila tahapan-tahapan dalam budidaya jabon dilaksanakan secara benar dan baik sesuai petunjuk.

Beberapa hal yang perlu dipahami sebelum Anda menanam jabon. 
Tips memilih bibit jabon yang baik, dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Kekompakan Media
Kekompakan media meliputi kondisi batang, dimana untuk bibit yang baik batang harus dalam kondisi utuh. Tidak ada bagian yang terlihat retak, karena bila retak akan mudah terkena penyakit.

Ketinggian
Tinggi bibit yang baik idealnya adalah 30-60 cm. Ini adalah tinggi bibit yang ideal. Jangan mudah tertipu bila ada pedagang bibit yang menawarkan bibit yang lebih tinggi dengan janji waktu panen lebih cepat. 

Sebab, bibit yang tingginya melebihi ketinggian ideal, biasanya memiliki akar yang sudah kuat dan menembus poli bag tempat sementara bibit disemai. Dampak jika menggunakan bibit seperti diatas adalah tanaman akan stres saat dipindahkan. Mengingat, akar yang sudah menembus poly bag tersebut, akan masuk ke dalam tanah yang otomatis akan tercabut bila dipindahkan.

Diameter
Diameter bibit yang sehat biasanya berkisar antara 5-8 mm. Hal ini merupakan diameter normal untuk ukuran bibit. Bila ada bibit yang berukuran kurang dari 5 mm, maka bibit tersebut bisa digolongkan ke dalam bibit kelas dua, istilah kerennya KW2.

Nilai Kekokohan bibit
Nilai kekokohan bibit jabon untuk bibit kelas unggulan dikategorikan pada angka 50-90.

Warna daun
Bibit yang baik dan sehat akan memiliki daun yang berwarna hijau dan terlihat cerah. Untuk jabon merah, pada bagian ujung dauh akan terdapat warna merah yang membedakan dengan jabon putih.


Dewasa ini, baik jabon merah maupun jabon putih menjadi andalan industri perkayuan. Dengan menanan jabon, boleh dibilang Anda sedang membuka tabungan cerdas untuk masa depan. 

Menanam jabon tidak sulit, karena memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albasia. Hal ini berdasarkan ari hasil uji coba yang telah dilakukan. Keunggulan tanaman jabon, diantaranya adalah:

  1. Diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 c
  2. Masa produksi jabon yang singkat – hanya 4 – 5 tahun
  3. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
  4. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri (self purning)

Artikel Terkait