03 Mei 2015

Potensi Budidaya Jahe

Tanaman Jahe Bibit Unggul dan Super
Jahe adalah salah satu jenis tanaman berkhasiat untuk kesehatan sebagai tanaman rempah-rempah yang menjadi bahan baku obat tradisional maupun fitofarmaka. Menurut sejarah jahe di wikipedia, tanaman ini diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Jahe (Zingiberceace officinale) adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Jahe berasal dari Asia Pasifik dari China sampai India. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai salah satu bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama untuk bahan minuman, bumbu dapur dan juga bahan baku obat.

Indonesia, merupakan salah satu negara ekspor komoditas terbesar rempah-rempah di dunia. Sampai saat ini, jahe bisa dikatakan menjadi salah satu komoditas andalan Indonesia. Selama 10 tahun terakhir, diketahui bahwa perkembangan luas area jahe di Indonesia terus mengalami peningkatan. 
Perluasan area jahe masih terpusat di pulau Jawa, belum menyebar keseluruh pelosok Nusantara. Padahal untuk pengembangan area jahe bisa dilakukan di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan pulau Papua, dari Sabang sampai Meuroke.
Menanam jahe memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Hal ini dapat dilihat di harga pasar, hal ini tentu memberikan hikmah kepada kita untuk berpikir kembali untuk perkembangan tanaman jahe secara meluas. Persepsi di tengah-tengah masyarakat yang beranggapan bahwa jahe tidak cocok untuk ditanam pada semua iklim, sebenarnya tidaklah salah. Tetapi, saat ini telah banyak varietas jahe unggul yang dapat beradaptasi dan cocok ditanam dilingkungan manapun. 

Oleh karena itu, untuk mencapai tingkat keberhasilan budidaya jahe yang optimal diperlukan bahan pedoman supaya dapat memperoleh hasil berkwalitas dan bermutu baik. Dalam rangka menjaga nilai tawar jahe di pasar tidak rusak, maka budidaya jahe dapat mendukung Good Agricultural Practices (GAP).

Bagi Anda yang berminat untuk melakukan Budidaya Jahe dengan memperoleh hasil yang optimal, maka perlu mempelajari Teknik Budidaya Jahe, apakah Anda ingin menanam jahe gajah, jahe putih, jahe merah, jahe badak, jahe kuning kecil (emprit) atau jahe kuning. Yang pasti semua jahe baik dibudidayakan di tanah Indonesia.

Artikel Terkait