23 April 2015

Prospek Menjanjikan Budidaya Buah Naga

Buah Naga
Buah Naga masuk ke Indonesia kira-kira pada pertengahan tahun 2000. Meskipun sebagai pendatang baru dalam komoditas buah-buahan, popularitas buah Naga langsung naik daun dan sejajar dengan popularitas buah yang sudah lama dikenal masyarakat. 

Tentu saja perkembangan buah naga di Indonesia sangat dipengaruhi oleh dahsyatnya khasiat buah naga dalam bidang pengobatan tradisional. Disamping itu, buah naga juga sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Karena faktor itulah permintaan terhadap buah naga dari waktu ke waktu kian meningkat. 

Tak heran, jika masyarakat banyak yang tergiur untuk terjun menggeluti peluang usaha bisnis buah naga, karena dari segi pemasaran, komoditas ini terbilang masih memiliki pangsa pasar yang cukup besar. 
Bukan tidak mungkin, pada waktu-waktu mendatang buah naga akan mendominasi permintaan konsumen terhadap produk buah. 
Selain permintaan terhadap buah naga dalam bentuk segar untuk dikonsumsi langsung oleh konsumen, permintaan dalam bentuk olahan juga cukup banyak dan semakin mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Secara umum, selain dikonsumsi dalam bentuk segar, buah naga juga banyak digunakan sebagai bahan baku pada industri-industri makanan, minuman, kosmetik, serta obat-obatan tradisional. 

Tanaman buah naga merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki tingkat ketahanan terhadap serangan hama penyakit cukup baik. Sehingga dalam proses budidaya tidak memerlukan banyak penanganan seperti pada budiaya komoditas pertanian lainnya. 

Hal tersebut disamping menghemat biaya tenaga kerja pemeliharaan, juga dapat menekan biaya pestisida untuk penanggulangan hama penyakit. Kita ketahui, bahwa biaya pestisida dan tenaga kerja dapat mencapai 60% dari input produksi di sektor pertanian. Penghematan pada dua variabel tersebut tentu akan memangkas biaya produksi yang sangat besar. 

Disamping ketahanan yang cukup baik terhadap serangan hama penyakit, penanganan dan pemeliharaan tanaman juga tidak terlalu sulit dan rumit. Sehingga penanganan dan pemeliharaan selama proses produksi tidak terlalu tinggi, yang berarti pengeluaran untuk biaya tenaga kerja pemeliharaan dan penanganan tanaman juga tidak terlalu tinggi. 

Dibeberapa daerah di Indonesia, para petani yang membudidaya buah Naga saat ini sudah mulai memberikan hasil yang memuaskan. Bagi yang ingin melakukan budidaya buah Naga tentu ini prospek menjanjikan bagi Anda untuk menambah pundi-pundi ekonomi keluarga.[dbs)

Artikel Terkait