11 Januari 2017

5 Tahapan dalam Budidaya Pisang

Polatani.Com - Budidaya pisang tidak terlalu sulit karena tanaman ini bersifat dingin sehingga dapat hidup ditanah yang gambut dan tanah basah. Dalam budidaya pisang kebanyakan dari para petani menggunakan cara vegetatif yaitu perkembangbiakan tanaman pisang melalui tunas (anak pisang). 
Budidaya pisang tidak terlalu sulit karena tanaman ini bersifat dingin sehingga dapat hidup ditanah yang gambut dan tanah basah. Dalam budidaya pisang kebanyakan dari para petani menggunakan cara vegetatif yaitu perkembangbiakan tanaman pisang melalui tunas (anak pisang).

Untuk mendapatkan hasil yang berlimpah, tentu dibutuhkan pola tanam yang benar. Oleh karena itu, tiga syarat tumbuh tanaman pisang mesti harus Anda pelajari dengan baik. Agar usaha yang Anda pilih tidak mudah gagal ditengah jalan. 
Lalu bagaimana cara praktis budidaya tanaman pisang agar panen berlimpah.

Berikut ini adalah syarat yang dibutuhkan dalam pembibitan tanaman pisang:
  1. Syarat bibit tanaman pisang yang baik yaitu panjang bibit antara 1–1,5 meter dengan diameter 15-20 cm. Seharusnya Anda menggunakan bibit yang berasal dari indukan pisang yang subur, sehat dan berbuah dengan baik. Ketinggian bibit pisang juga akan mempengaruhiproduktivitas pembuahan pisang.
  2. Terdapat dua jenis dalam menentukan bibit tanaman pisang yaitu bibit muda dan bibit dewasa. Namun, sebaiknya Anda lebih mengandalkan bibit dewasa karena bibit dewasa biasanya sudah mempunyai bakal bunga dan cadangan makanan dalam bonggol pisang.
  3. Perhatikan juga dalam menentukan bibit pisang, sebaiknya Anda memilih bibit pisang yang daunnya berbentuk seperti ujung pedang daripada daun bersifat lebar.
Setelah syarat-syarat pembibitan tanaman pisang diketahui, ada 5 tahapan dalam budidaya pisang yang harus dipelajari, meliput:
1. Persediaan Bibit Tanaman Pisang

Jika Anda punya kenalan yang mempunyai bibit pisang, maka sebaiknya bertransaksi langsung pada orang tersebut. Namun jika tidak ada, Anda tentu bisa mendapatkan bibit pisang yang berkualitas di toko yang menyediakan perlengkapan pertanian. Proses menanam pisang yang efektif biasanya dilakukan dengan jarak tanam 2×2 meter.

Sebelum penanaman bibit dilakukan, lakukan sanitasi terlebih dahulu agar dapat terhindar dari penularan hama tanaman. Berikut langkah-langkah sanitasi terhadap tanaman pisang:
  1. Apabila bibit pisang telah dipotong dari indukan, bersihkan tanah yang menyisa di akar pisang.
  2. Lakukan penyimpanan terlebih dahulu, maksimal selama 1-2 hari di area yang sejuk agar luka bekas potongan mengering.
  3. Rendamlah bibit menggunakan insektisida 0,5-1% selama 10 menit dengan jarak sebatas leher batang, setelah 10 menit berselang biarkan bibit dikeringkan oleh angin sementara waktu.
  4. Jika pada tahap ini, Anda tidak mempunyai insektisida hal itu tidak penting untuk dijadikan patokan, namun sebaiknya lakukan cara ini agar pembuahan dapat maksimal. Selain menggunakan insektisida, Anda juga bisa merendalm di dalam air yang mengalir, maksimal waktu yang dibutuhkan adalah 2 hari.
  5. Jika di area lahan terdapat jenis hama nematoda, lakukan dengan cara merendam bibit terlebih dahulu di dalam air panas selama kurang dari 5 menit, hal ini bertujuan untuk membunuh hama nematoda.
2. Pengelolaan Media Tanam

Sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu sebelum memulai penanaman pisang. Tentukan iklim, kontur tanah, kelancaran akses dan lain sebagainya. Selain itu, bersihkan juga gulma, rumput-rumput liar yang tumbuh di area lahan serta membuat saluran pengairan sebelum memulai penanaman pisang.

3. Proses Menanam Tanaman Pisang

Tentukan pola tanaman terlebih dahulu sebelum dilakukan penanaman. Anda dapat menggunakan pola tanaman tumpang sari di masa 3 bulan pertama. Dan diberi jarak 2 x 2 atau 3,3 x 3,3 meter perbibitnya seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Jenis tumpang sari yang dapat Anda kawinkan dengan tanaman pisang tersebut diantaranya berupa sayur-sayuran dan tanaman semusim.

Kemudian setelah pola tanam dapat Anda tentukan, masuk kepada tahap pembuatan lubang tanaman pisang. Anda bisa menggunakan lubang dengan kedalaman 50x50x50 cm untuk jenis tanah berat dan 30x30x30 untuk jenis tanah gembur, atau jika perlu tambahkan menjadi 40x40x40 cm.

Kemudian lanjut ke tahap berikutnya yaitu cara menanam bibit pisang. Ada yang menanggapi hal ini seperti “sebaiknya menanam pisang dibulan-bulan September-Oktober,” karena dibulan tersebut biasanya selalu hujan sehingga tidak perlu menambahkan pengairan di area lahan tanam pisang.

Namun jika Anda tidak percaya pada teknik tersebut, Anda bisa mencobanya dengan cara sendiri. Sebenarnya di bulan apa saja bisa, asal perawatannya cukup.

Nah, sebelum menanam pisang utamakan memberik pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) di tiap-tiap lubang yang sudah dibuat tadi di awal. Berilah pupuk pada tiap lobangnya sebanyak 15-20 kg. Pemberian pupuk di awal akan mempengaruhi kualitas rasa dari pisang yang Anda tanam.

4. Cara Memelihara Tanaman Pisang

Agar budidaya pisang tumbuh maksimal sehingga menghasilkan buah yang banyak, cobalah untuk melakukan penjarangan. Dalam satu perindukan pisang terdiri dari 3-4 batang. Potong induk pisang secara bekala agar di tiap perindukan mempunyai usia yang berbeda-beda (fase pertumbuhan). Setelah di usia 5 tahun, angkat perindukan tersebut agar diganti tanaman pisang yang baru.

Dalam proses budidaya pisang, pada dasarnya area lahan akan selalu ditumbuhi oleh gulma dan rerumputan liar. Rumput-rumput liar tersebut akan mengganggu pertumbuhan pisang. Jadi, mengatasinya yaitu dengan cara membersihkan setiap rumput yang tumbuh di area lahan. Lakukan penyiangan di waktu penggemburan agar akar pisang dapat berkembang. Panjang akar pisang biasanya mencapai 15 cm dari permukaan tanah. Untuk itu jangan menyiang terlalu dalam agar akar tidak terlukai.

Pada biasanya setelah beberapa minggu daun pisang akan mengering dengan sendirinya. Pada saat daun mengering sebaiknya lakukan pemangkasan untuk menghindari datangnya hama pada tanaman pisang.

Tanaman pisang membutuhkan banyak air, jadi lakukan pengairan pada setiap bibit yang sudah ditanam. Pengairan bisa dilakukan dengan mengalirkan atau menyiram.

Pada 1 hektar lahan tanam pisang biasanya membutuhkan 207 kg pupuk urea, 138 kg fosfat, 608 kg KCI dan memerlukan 200 kg batu kapur sebagai sumber nutrisi kalsium. Berikan pupuk Nitrogen sebanyak 2 kali dalam setahun dengan mengelilingi rumpun tanaman pisang. Sedangkan pemupukan kalium dan fosfat dilakukan selama 6 bulan dari masa tanam.

Sistem pengairan harus benar-benar diperhatikan karena jika tidak tanaman pisang akan kekurangan cairan yang menyebabkan kematian.

Apabila jantung pisang sudah beranjak dari sisir buah lakukan pemotongan agar buah pisang tidak terganggu. Dan jika sisir buah telah berkembang lakukan pembungkusan menggunakan kantung plastik agar hama tidak menyerang buah pisang. Plastik yang digunakan yaitu plastik polietilen dengan tebal 0,5 mm, kemudian lubangi dengan diameter 1,25 cm.

Semoga artikel cara budidya pisang ini bermanfaat, harapannya dapat Anda implementasi dilapangan. Salam wirausaha!

Artikel Terkait

This Is The Newest Post