19 Mei 2015

Pasar Ayam Kampung Kian Cermelang

Bagi sebagian orang terkadang lebih suka berwirausaha dibandingkan dengan menjadi pegawai atau bekerja sebagai karyawan di perusahaan orang. Dewasa ini banyak orang memilih menjadi wirausaha ketimbang kerja kantoran. Sebab dengan berwirausaha kita bisa atur sendiri manajemen dan uang dapat diputar sehingga berpeluang menjadi semakin banyak. 

Dalam berbisnis atau berwirausaha, sudah pasti kita adalah bosnya. Sebagai atasan kita dapat mengelola sendiri manajemen dan keuangan. Namun, tidak semua orang memiliki talenta untuk berbisnis atau berwirausaha. Padahal untuk menjadi wirausaha sukses tidak sulit, asal mau bekerja, berfikir inovatif, dan sabar dalam menekuni usaha.
Pemeliharaan Ayam Kampung-polatani.com (image: bekerja.com)
Yang namanya pekerjaan, tentu ada resiko dan tantangan. Baik bekerja ditempat orang atau dalam membangun usaha sendiri. Maka tak heran jika dalam berwirausaha, ada yang berhasil, kurang berhasil bahkan ada yang gagal. Bagi yang punya talentan super, mereka akan mengimani bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, mereka akan terus bangkit menggapai kesuksesan.

Dewasa ini, salah satu peluang bisnis atau berwirasa usaha yang sangat menjanjikan dan potensial adalah bisnis ayam kampung, boleh dibilang salah satu jenis usaha yang tidak pernah surut dan mati. Bahkan jika dilihat dari peluang bisnisnya, pasar ayam kampung kian cermelang. Wirausaha ayam kampung lebih menjanjikan dibandingkan dengan ayam potong, dan resiko yang dihadapi pun lebih kecil.

Berbisnis ayam kampung memiliki banyak kelebihan. Diantaranya, pasar ayam kampung lebih jelas, baik daging maupun telur. 
Grafik dalam beberapa tahun memperlihatkan tren konsumsi daging dan telur ayam kampung terus meningkat. Hal ini seiring berkembangnya rumah makan dengan kuliner khas ayam kampung/gampoeng/gampong.
Awalnya, ayam kampung dipelihara sebagai hewan umbaran, yaitu dibiarkan berkeliaran pada siang hari kemudian dikandangkan pada malam hari. Bahkan, banyak dijumpai ayam kampung pada malam hari beristirahat di sekitar rumah pemelihara atau di batang-batang pohon, bukan di dalam kandang.

Tetapi seiring permintaan daging dan telur ayam kampung yang terus meningkat dari tahun ke tahun, para peternak beralih cara pemeliharaanya. Dari sistem pemeliharaan umbaran dengan pola pemeliharaan super tradisional beralih kepola/sistem pemeliharaan semi-intensif dan intensif. 

Ternyata terbukti sistem pemeliharaan semi-intensif maupun intensif dapat meningkatkan hasil budi daya ayam kampung petelur maupun pedaging sehingga hasil yang diperoleh pun lebih optimal.

Potensi beternak ayam kampung sangat cerah dan menguntungkan baik sebagai sumber penghasilan utama atau sebagai usaha sampingan. Yang jelas peluang besar sedang menanti kita semua. Ingin menjadi bos atau memilih menjadi bawahan orang selamanya?

Artikel Terkait