26 Mei 2015

Panduan Budidaya Durian

Buah Durian identik dengan buah yang super lezat, raja dari segala buah (King of Fruit). Tumbuhan durian tumbuh baik di kawasan-kawasan beriklim tropis. Durian (Durian Zibethinus Murr) merupakan tanaman asli yang berasal dari wilayah Asia Tenggara yang tumbuh baik didaerah yang beriklim tropis.
Indonesia, Thailand, Taiwan, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Filipina, India, Bangkok, dan Sri langka merupakan negara-negara produksi utama buah durian di Asia Tenggara. 
Penyebaran tanaman durian terbanyak di Indonesia berada di pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumater Barat, Bengkulu, dan Lampung), di pulau kalimantan, dan pulau Jawa. Salah durian unggul Indonesia adalah durian Bintara, durian hasil persilangan dari tiga jenis varitas unggul yaitu durian medan dikawinkan dengan durian Aceh dan Thailand.

Budidaya durian unggul saat ini menjadi pilihan kebanyakan petani. M
enurut durian unggul, berikut panduan singkat budi daya durian secara umum, :

Syarat Tumbuh
Tanaman durian akan tumbuh optimal di daerah tropis pada ketinggian 50 – 1000 Dpl dan intensitas cahaya matahari berkisar 40 – 50% dengan suhu 22 – 30 o. Curah hujan antara 1500 – 2500 mm pertahun, dan mengalami bulan basah selama 9 – 11 bulan pertahun dan bulan kering selama 3 – 4 bulan untuk proses pembuangan.

Tanah lempung berpasir subur dan memiliki kandungan bahan organik adalah tanah yang cocok bagi tanaman durian. Kemudian jenis tanah latosol, Podsolik merah kuning, adosol merupakan jenis tanah yang paling cocok bagi tanaman durian.

Tekstur tanah yang berat seperti tanah liat, kurang baik bagi tanaman durian karma proses pengeringanya sangat sulit terutama pada musim hujan, kemudian pada musim kemarau tanah liat menjadi keras sehingga tanaman durian susah menyerap air dan pertumbuhan akarnya terganggu.

Kemudian topografi yang baik bagi tanaman durian adalah yang agak miring tetapi tidak melebihi 35o,untuk tanah miring perlu terasiring untuk mencegah erosi. Akar tanaman durian sanggup menembus kedalam tanah hingga tiga meter, maka lokasi yang baik adalah yang memiliki kedalaman air tanah sekitar 50 – 300 cm. Lokasi yang terlalu rendah air tanahnya dapat mengakibatkan kebusukan akar. Selain dari pada itu yang perlu diperhatikan adalah pH tanah yang terkandung, pH tanah yang baik sekitar 6,0 – 7,0 jika pH tanah kurang dari nilai itu kapur dolomit dapat digunakan untuk menetralkanya.

Penanaman Tanaman Durian
Memilih bibitLangkah awal sebelum menanam adalah memiliki bibit yang baik dengan Varietas unggul yang telah disahkan oleh department pertaniaan. Salah satu jenis durian unggul yang cocok untuk ditanam pada hampir semua lokasi lokasi diantaranya jenis durian introduksi dari Thailand seperti bibit monthong dan chanee. Jenis durian ini tidak terpengaruh oleh kondisi lahan, artinya ditanam didaerah manapun akan sama hasilnya dengan induk tanamanya (mudah beradaptasi), hal inilah salahsatu keunggulan jenis monthong dan chanee.

Ciri – ciri umum bibit durian yang baik selain jenis atau varietas unggul dapat ditandai sebagai berikut:

1. Bibit Sehat dan Segar
2. Bebas Hama dan Penyakit
3. Daunya banyak
4. Batangnya kokoh dan percabanganya 2 – 4 arah
5. Pada batang terlihat adanya perkembangan tunas-tunas baru
6. Keseimbangan antara tinggi tanaman dengan jumlah daun

Penanaman Bibit Durian
Persiapan awal dalam penanaman bibit terlebih dahulu lahan dibersihkan dari tanaman lain yang kira - kira mengganggu sinar matahari, karena tanaman durian sangat membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhanya.

Jarak tanaman dunia yang ideal adalah dengan ukuran 10 x 10 m atau batas minimal jarak penanaman 8 x 8 m. Dengan pola jarak tanam ini maka tanaman tidak saling berebut unsur hara, penyebaran penyakit tidak mudah menyebar dan sinar matahari efektif menembus tanaman.

Lubang tanam yang telah dibuat kemudian didiamkan atau dikosongkan selama tiga sampai satu minggu, hal ini dilakukan dengan maksud agar gas – gas beracun dalam tanah akan hilang sehingga tanaman akan tumbuh dengan optimal.

Penanaman dilakukan setelah lubang terlebih dahulu dikosongkan dengan posisi menghadap matahari pagi. Pola penanaman durian berbentuk kerucut atau donat, hal ini dimaksudkan untuk menghindari genangan air pada sekitar lubang tanaman. Tahap akhir dari proses penanaman adalah penyiraman dengan air disekitar tanaman sebanyak -+10 liter air.

Pemupukan
Pemupukan tanaman durian dapat menggunakan pupuk organik. Pada masa awal pertumbuhan tanaman diberi pupuk yang mempunyai kandungan nitrogen dan fosfor yang tinggi, pemberian pupuk organik atau pupuk kadang pertama kali bersamaan dengan penanaman sebanyak satu karung (30 kg).

Pemberian pupuk kandang diulang setahun sekali, pemupukan diberikan pada akhir misim hujan atau awal musim kemarau. Adapun cara memberi pupuk kandang adalah dengan cara ditaburkan dibawah tajuk dalam tanaman. Untuk mendapatkan kualitas terbaik pupuk organik, maka perlu diperhatikan tingkat kematangan dan efektifitas pupuk serta mudah diserap tanaman.

Untuk mendapatkan pupuk kadang yang baik, perlu dilakukan fermentasi pupuk kandang. Adapun bahan utama untuk memfermentasikan pupuk kandang adalah dengan pemberian micro organisme. Bahan micro organisme yang dianjurkan menggunakan "Katalek" yang terbukti efektif dengan hasil yang memuaskan. Perbandingan antara pupuk kandang dengan katalek adalah 1 Kg Katalek : 1 ton pupuk kandang.

Hal yang sangat penting dalam perlakuan pupuk organik yaitu dengan pemberian unsur kalsium tinggi (Cals). Karena unsur ini sangat berguna dalam hal memprotek tanaman dari segala kondisi, memberikan kemudahan penyerapan unsur makro dan mikro, dan sebagai penetralisir tanah.

Kemudian pemupukan dengan pupuk anorganik pemberianya dapat dilakukan dengan cara dibenamkan kedalam disekeliling tanaman durian. Pembenaman dapat dilakukan dengan cara menggali tanah membentuk parit mengelilingi pohon dibawah tajuk terluar tanaman durian.

Pemberian pupuk anorganik pertama kali dilakukan pada saat tanaman berumur dua bulaln (setelah tanam) dan pemupukan diulang setiap 6 bulan. Pemupukan dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai pada tahun ketiga pertumbuhan tanaman, pada masa ini pilihan pupuk NPK dengan kadar N tinggi. Setelah menginjak tahun ketiga, selain untuk pertumbuhan, pemupukan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan bunga. 
Pola pemberian pupuk anorganik tanama durian sebagai berikut:

Pemupukan pertama yaitu dua bulan setelah tanaman dengan pupuk Urea, SP, KCL,dengan perbandingan 4 bagian urea, 2 bagian SP, 1bagian KCL, (4:2:1). Dosisnya 250 gram pertanaman dan seterusnya 750 gram sampai dengan 2 kg.

Setelah memasuki masa produktif + umur 3 tahun tanaman durian dipupuk NPK pembuahan yaitu NPK 15 – 15 – 15 atau NPK 16 – 16 – 16 apabila mencampur sendiri menggunakan pupuk Urea, SP, KCL, dengan perbandingan 2 bagian Urea, 4 bagian SP, 1 bagian KCL (2:4:1) dosis 2 kg pertanaman

Untuk memperbaiki kualitas buah yang lebih baik (mempertahankan kualitas buah) diberikan KnO3 sebelum masa pembuangan. Pemberian pupuk anorganik NPK setelah berbuah cukup 1 kali setahun yaitu sebelum berbunga. (Bersambung)

Artikel Terkait