12 Mei 2015

Cara Memilih DOC Ayam Kampung

telur ayam - google
Keunggulan memelihara ayam kampung adalah dapat dijalankan dengan modal terbatas dan teknik pemeliharaan yang relatif lebih mudah. Jika cara beternak ayam kampung betul, bisa menghasilkan omzet ratusan juta rupiah tiap bulannya. 

Pasar ayam kampung sangat menjanjikan, dimana setiap tahun permintaan daging dan telur terus mengalami peningkatan. Sehingga banyak orang yang memilih berbisnis ayam kampung. 

Untuk membangun usaha beternak ayam kampung yang sukses, tentu ada syarat dan langkah-langkah yang harus diketahui antara lain, cara memilih DOC ayam kampung yang baik. 
DOC merupakan singkatan dari Day Old Chick yang merupakan istilah untuk anak ayam yang berumur satu hari.
Memilih bibit yang baik merupakan salah satu tips sukses memelihara ayam kampung. Banyak peternak berujung gulung tikar (gagal dalam berusaha) disebabkan karena kesalahan dalam memilih bibit ayam, supaya usaha Anda sukses berikut cara memilih DOC ayam kampung.

Ciri-ciri anak ayam kampung (DOC):

1. Gerakannya lincah
2. Sehat dan jelas indukannya
3. Bulu DOC halus dan kering dengan dubur yang kering
4. Mata bula bercahaya, kaki kuat dan bisa berdiri sendiri
5. Ketika masa brooding ayam tak selalu mendekati sumber panas

Anak ayam kampung yang memiliki ciri-ciri tersebut, termasuk dalam kategori bibit anak ayam yang memenuhi syarat untuk diambil menjadi DOC. 

Untuk membedakan mana jenis kelamin bibit jantan dengan bibit betina yaitu dengan cara melakukan pengamatan pada DOC. Oleh kebanyak peternak ayam menggunakan dua cara.

Cara pertama, memastikan jenis kelamin dengan metode melihat kloaka atau lubang posterior (belakang tubuh), namun penglihatan dengan cara ini membutuhkan keterampilan dan pengalaman. 

Dari penglihatan kloaka tersebut kita dapat memastikan apakah DOC itu jantan atau betina. Organ kelamin jantan akan tampak kecil sekali, bentuknya menyerupai seperti kepala jarum. Sedangkan pada betina bentuk itu jarang ditemukan.

Cara pengamatan bagian kloaka

  • DOC yang akan dicek jenis kelaminnya dipegang dengan tangan kanan.
  • Lehernya diapit jari tengah dan manis.
  • Badan DOC diarahkan ke bawah, sementara perut bagian bawah diraba memakai jempol dan kelingking tangan kiri.
  • Punggung DOC diketuk supaya kotorannya keluar dari kloaka.
  • Bagian bawah anus ditekan dan telunjuk diletakkan di bagian kloaka.
  • Buka lubang kloaka supaya bagian dalamnya menonjol keluar.
  • Amati secara seksama bagian kloaka apakah ada titik. Jika ada, bisa dipastikan bahwa DOC yang sedang dicek berjenis kelamin jantan. Begitu pula sebaliknya.

Pengamatan fisik

  • Ayam jantan bentuk tubuhnya lebih besar, tinggi, padat, gagah. Sedangkan, ayam betina bentuk tubuhnya lebih pendek dan lembek.
  • Ayam jantan matanya lebih bercahaya, sementara ayam betina cahaya matanya lebih lemah.
  • Pertumbuhan tubuh dan bulu ekor ayam jantan lebih cepat dibandingkan ayam betina yang notabene lebih lambat dan bulu tumbuh merata.
  • Anak ayam jantan dan betina memang lincah tapi ayam jantan suaranya lebih nyaring.

Artikel Terkait